CERPEN Ragdi F. Daye
Baiklah, aku akan menelanjangi diriku di depanmu.
Kau akan dengan leluasa melihat semua gurat sepi di pori-pori, semua jejak sesal
yang membeku, dan mimpi-mimpi mati di epitel.
Kau tak akan bisa pergi menghindar atau menutup mata dan telinga sebab aku
telah memasang rantai yang membuat tubuhmu akan tetap duduk menyimak di kursi
itu. Kedua tanganmu telah kuupayakan senyaman mungkin tetap berada di balik
punggungmu. Maafkan aku yang terpaksa menyumpal mulutmu dengan saputangan
petak-petak biru muda yang kaubelikan, karena aku tak ingin ada sela, ada
pertanyaan. Dengarkan saja aku. Setelah itu, kau dapat memutuskan akan tetap
mencintaiku atau akan menjauh sepenuh jarak.


