OLEH Anas Nafis
Pengantar
Pada
tahun 1945, di Bukit Tinggi ada seorang dokter wanita pribumi. Orang
menyebutnya Dokter M. Thomas. Di jaman penjajahan Belanda dulu, selain sebagai
dokter, ia juga duduk sebagai pengurus S.K.I.S. (Serikat Kaum Ibu Sumatera).
Barangkali ia satu-satunya kaum perempuan yang mengecap pendidikan tinggi di
jaman penjajahan dulu.
Sekarang tahun 2005, jadi enam puluh tahun
kemudian, situasi sudah jauh berbeda. Entah sudah berapa ratus atau mungkin juga
ribuan kaum perempuan yang meraih gelar kesarjanaan.





