OLEH Esha Tegar Putra
| Pementasan Tangga (Foto Rivo) |
Seusai pertunjukan teater berjudul Tangga yang dipentaskan Komunitas Hitam-Putih
di Teater Utama Taman Budaya Sumbar, Minggu (23/9/2011), sebagian permerhati
teater berpandangan bahwa kekuatan masing-masing bangunan (aktor, penari,
pemusik) dalam pementasan tersebut telah mengaburkan warna ‘Yusril’ selaku
sutradara.
Sebagian lagi berpendapat, karena proses
pencarian estetik panggung telah membuat peralihan makna dari naskah yang
berawal teks naratif puisi Tangga
Iyut Fitra tersebut: menghancurkan sebuah sejarah lantas membangun sejarah yang
baru… (mengutip pandangan S Metron M).



