Menjilat Luka Waktu
Langkah terseok tertatih menapak masa
Lelah mencerna suara tak beraturan
Bergumam, berdengung tanpa definisi
Aku muak, luka, dan muntah!
Darah dari luka-luka mengalir tak terbendung
Torehkan nyeri yang paling nyeri
Keculasan bertahta megah pada nurani
Kubur tembang perdamaian
Museumkan catatan usang
Demi sebuah keagungan
---sejarah---
akupun terseok menekan luka yang menerobos jantung
jilati hari tanpa makna
tanpa kata
tanpa suara





