OLEH Puti Reno Raudha Thaib
Ketua
Bundo Kanduang Sumatera Barat
![]() |
| Perempuan Minang berburu babi (Sumber foto: KITLV Leiden) |
Upacara
adat yang dilakukan oleh umumnya masyarakat Minangkabau baik di ranah maupun di
rantau terkadang menyimpang dari apa yang telah dibuat sebelumnya oleh
orang-orang tua terdahulu. Mungkin hal itu dapat dilihat sebagai perkembangan
citarasa dan penyesuaian terhadap zaman, tetapi dapat pula dilihat sebagai
sesuatu yang disengaja untuk dikeroposkan, disimpangkan, diperdangkal dan bisa
juga dianggap sebagai usaha untuk melakukan pembusukan terhadap adat dan budaya
Minangkabau itu sendiri.
Kapan
mulainya, siapa yang memulai dan siapa yang bertanggung jawab terhadap semua
hal itu, tak seorang pun dapat dituding atau dituduh. Paling umum yang
dilakukan orang adalah mengungkapkan rasa ketidakpuasan terhadap penyimpangan tersebut
dengan berbisik-bisik, bergunjung, tanpa mau mencari sebab akibat dari suatu
perubahan yang terjadi.

