Kamis, 22 Mei 2014

Wabah Penyakit dan Penanganannya di Sumatera Barat (1873-1939)

OLEH  Deddy Arsya
Di atas sebuah bendi yang sedang menuju ke pinggiran kota, di samping kusir yang telaten memainkan tali kekang, duduk Bahder  Johan.  Usianya belum belasan tahun ketika itu. Dari atas bendi itu, dengan mata kanak-kanaknya, dia menyaksikan serdadu-serdadu berkuda (kavelari) Belanda tampak berparade di jalan-jalan kota. Mereka, kenang Bahder Johan di kemudian masa yang jauh, “berkeliling kota dengan gagah tapi menakutkan.” 

Kamis, 01 Mei 2014

Pidato Pati Ambalau

Sri Sultan Hamengku Buwono XGelar Yang Dipatuan Maharajo Alam Sati dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas Gelar Puan Gadih Puti Reno Indaswari

KETUA UMUM Pucuk Pimpinan LKAAM Sumatera Barat H. Kamardi Rais Dt P Simulie selesai menyisipkan keris kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X Yang Dipertuan  Agung Maharajo Alam Sati di Istano Basa Batusangkar. Foto Istimewa
Bismillahir Rahmanir Rahim

Biluluk ada dalam ketiding
Siturak jatuh ke lembah
Bila duduk hamba hendak berunding
Jika tegak mendatangkan sembah

Lapun melapun ke Inderagiri
Naik juara orang Batipuh
Sungguhpun hamba tegak berdiri
Lebih dari duduk bersimpuh

“Sirayo Setan” Menuju ke Masa Depan Koreografi Sumbar, Menyigi Proses Kreatif Ahob

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis DI ANTARA geliat dan gelinjang perkembangan tari kontemporer Minangkabau yang terus berusaha mencari bahasa ...