Jumat, 20 Juni 2014

Sjahrir dan Parit-parit

OLEH Deddy Arsya
Sutan Sjahrir
Sutan Sjahrir menulis surat dari Bandar Neira. Dari tanah pembuangan. Tahun 1934. Suatu masa ketika pemerintah kolonial Belanda dengan keras mematikan setiap gerakan perlawanan kaum bumiputra, yang bersama itu beribu-ribu orang dipenjarakan dan diasingkan ke pulau-pulau yang jauh. Surat dari seorang terpasung kepada seorang lain yang bebas. Surat untuk istrinya yang jauh, nun di Belanda.

Ini tentang Pasar, Pak Wali! (Surat Terbuka untuk Walikota Padang)

OLEH Deddy Arsya
Kemacetan di Jalan M Yamin Padang
Bapak Walikota yang baik. Surat ini akan saya tulis tanpa basa-basi. Semoga Bapak punya waktu dan senang membacanya.
Ayah saya seorang pedagang, ibu saya pedagang, kakek dan buyut-buyut saya juga punya sejarah berniaga. Saya bangga menjadi anak pedagang, saya bangga dilahirkan dari keluarga kaum saudagar. Saya bangga menjadi bagian dari orang yang tidak tunduk pada tuan mana pun. Saya pun bercita-cita menjadi bagian dari mereka kelak, dari mereka yang berdiri di kaki mereka sendiri.

Senin, 09 Juni 2014

Pemekaran Kabupaten Pesisir Selatan, Kapan?

OLEH Raudal Tanjung Banua
Peminat Masalah Politik Lokal
Kantor Bupati Pesisir Selatan
Membicarakan Kabupaten Pesisir Selatan, kita akan bersua kenyataan yang cukup unik dan spesifik, tapi sekaligus umum dan biasa. Dua yang pertama, setidaknya bisa ditelisik dari kondisi geografis; terletak di pantai barat Sumatera, daerah ini membujur “ramping”, jika bukan “kurus”, dari utara ke selatan sepanjang lebih kurang 240 km; kadang saya bayangkan seperti negeri Chili, tanah kelahiran penyair Pablo Neruda di Latin sana.

Pertanian Organik Ajaran Agama yang Terabaikan


OLEH Moehar Daniel
Peneliti Sosial Ekonomi/Kebijakan Pembanguan Pertanian BPTP Sumatera Barat
Berbicara masalah kehidupan, kita tidak akan pernah lepas dari masalah pertanian. Dan pertanian itu sendiri tidak bisa menghasilkan apa-apa kalau tidak berhubungan dengan tanah. Sekalipun ilmu pengetahuan manusia sudah maju dan mampu menciptakan teknologi yang bisa memelihara tanaman tanpa tanah (hidroponik, masih sangat terbatas), namun ketergantungan manusia akan tanah tetap akan terjadi, sampai hari kiamat sekalipun. Tanah dan lingkungannya adalah anugerah Allah yang tidak terhingga untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, seperti tercantum dalam Alquran Surat Al A’raf ayat 58 yang berarti “Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanam-tanamannya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” Semua itu disediakan Allah untuk manusia.

Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat Secara Adat dan Budaya Minangkabau

OLEH Puti Reno Raudha Thaib
Ketua Umum Bundo Kanduang Provinsi Sumatera Barat

Sejumlah warga Kota Padang membakar pondok yang diduga 
tempat maksiat di Bungus
Segan Bergalah Hanyut Serantau
Kita dikejutkan dengan adanya video mesum anak SMA dan penari bugil yang nyata basuluah matoari terjadi di ranah Minangkabau yang kita cintai ini. Video mesum, penari bugil (pornografi dan pornoaksi), korupsi, pembunuhan, penipuan, penggelapan, narkoba, pelacuran dan berbagai kejahatan lainnya, disebut penyakit masyarakat, merupakan perbuatan yang dilakukan secara individual atau kelompok dengan berbagai sebab dan alasan. Penyakit masyarakat bukanlah produk dari suatu budaya, apalagi  ajaran-ajaran adat maupun agama.

Minggu, 08 Juni 2014

Mewakili Indonesia, Koreografer Ali Sukri Akan Tampil di Amerika

Proses latihan The Inside karya Ali Sukri
Kreativitas dunia seni pertunjukan Sumatera Barat tak pernah mati. Buktinya, pada Jumat (31/6/2014) lalu, drama tari Garak Nagari Perempuan sukses ditampilkan di Nagari Pasia Talang, Sungai Pagu, Solok Selatan, dengan melibatkan ratusan orang pendukung disaksikan ribuan penonton dengan koreografer Susas Rita Loravianti.
Menurut, Raudha Thaib, inilah pertunjukan yang cukup fenomenal sepuluh tahun terakhir  yang digelar di Sumatera Barat. Karya tari ini mengantarkan penciptanya meraih gelar doktor pencipta tari pertama di Sumatera Barat, dan keempat di Indonesia.

CATATAN PEMENTASAN DRAMA TARI GARAK NAGARI PEREMPUAN

Perempuan dalam Lima Dimensi Budaya
OLEH Nasrul Azwar

Drama tari Garak Nagari Perempuan karya Susas Rita Loravianti yang dipentaskan pada Jumat (31/05/2014) di Nagari Pasia Talang, Sungai Pagu, Solok Selatan. Foto-Ezu Oktavianus
Dalam catatan saya, inilah pertunjukan seni yang fenomenal di Sumatera Barat sepanjang 10 tahun terakhir, malah mungkin lebih. Pertunjukan drama tari berdurasi hampir dua jam ini melibatkan ratusan orang, disaksikan seribuan lebih penonton, dengan menggunakan lima ruang pementasan. Masyarakat menyatu dalam pertunjukan ini. Berbaur dan memberi respons.
Lima simpul dan ruang pertunjukan itu adalah surau, rumah gadang, pasar, balai adat, dan istana. Tentu saja kelima ruang publik itu, merupakan simpul yang berkaitan erat  dengan masyarakat dan kebudayaan Minangkabau.

“Sirayo Setan” Menuju ke Masa Depan Koreografi Sumbar, Menyigi Proses Kreatif Ahob

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis DI ANTARA geliat dan gelinjang perkembangan tari kontemporer Minangkabau yang terus berusaha mencari bahasa ...