
Saldi isra
Saldi Isra, SH, MPA, anak muda yang energik. Dosen
pascasarjana program studi hukum Universitas Andalas, Padang, adalah ahli hukum
tata negara yang melaju bagai meteor. Paling tidak di kampusnya. Sejak kuliah
sudah kelihatan kepintarannya. Ia lulus dari Universitas Andalas tahun 1994, ia
meraih predikat summa cumlaude.
Minggu, 17 Maret 2024
Saldi Isra, Bintang Muda dari Ranah Minang
Sabtu, 16 Maret 2024
DIM Amanat UUD 1945, Harus Kita Dukung
Padang, mantagisme—Negara mengakui dan menghormarti satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus dan bersifat istimewa. Hal ini termaktub dalam Pasal 18 B ayat 1 UUD 1945.
Wajar kiranya masyarakat Sumatera Barat atau Minangkabau berupaya menjadikan Provinsi Sumbar berganti nama menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM).
Alahan Panjang, Si Cantik yang Belum Dirias
OLEH Agus Taher (Budayawan)
Dengan ketinggian 1.400-1.600 m dpl, maka Alahan Panjang menjadi kawasan ibu nagari paling tinggi di Sumatera Barat. Sementara Kota Bukittinggi sekitar 900 m dpl dan Kota Padang Panjang hanya 650-850 m dpl.
Soal Terminal Alahan Panjang, Berpulang kepada Komitmen
OLEH Gamawan
Fauzi Datuak Rajo Nan Sati
Bukti Sayang Tuanku Syeikh kepada Cucu
UMAH GODANG BAANJUANGAN DI PADANG SARAI
Laporan Zamzami Katik Sulaiman

Umah Godang Baanjungan di Jorong Dang Soghai, Kenagarian Aia Manggih, Lubuk Sikaping, Pasaman. Foto dok
BAGIAN dalam rumah gadang itu sudah terlihat ringkih. Dinding
pembatas bilik sudah lapuk kendati dari luar terlihat kokoh dan kuat. Usianya sudah mencapai 1 abad lebih.
KAJI SURAT KABAR SUNTING MELAYU: Mahasiswa Australia Ungkap Kegelisahan Perempuan Minangkabau
![]() |
| Bronwyn Anne Beech Jones, peneliti asal Universitas Melbourne |
Jumat, 15 Maret 2024
Kenang-kenangan Luitenant Boelhouwer: Kenapa Pak Bupati dan Camat Enggan Menulis?
OLEH Kamardi Rais Datuak Panjang Simulie
Seorang tabib (dokter) bangsa Belanda, yang datang dari Batavia (sekarang Jakarta), pada suatu hari pergi berburu di hutan sekitar Kota Padang kira-kira setengah jam dari pusat kota. Demikian sebuah catatan penting dan menarik yang ditulis oleh Letnan I Infanterie J.C. Boelhouwer, seorang komandan pasukan Belanda yang bertugas di Padang, Pariaman, Air Bangis, dan lain-lain pada tahun 1831-1834. Ia menulis kenangan-kenangannya itu di bawah judul Sumatra’s Westkust,”Gedurende de jaren 1831-1834.
“Sirayo Setan” Menuju ke Masa Depan Koreografi Sumbar, Menyigi Proses Kreatif Ahob
OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis DI ANTARA geliat dan gelinjang perkembangan tari kontemporer Minangkabau yang terus berusaha mencari bahasa ...
-
Foto: Kompasiana Pemeluk Kristen sudah masuk ke Minang-kabau sejak Plakat Panjang ditandatangani tahun 1833 silam. Beratus tahun berlalu, ...
-
Romo Dijkstra berpulang di Pastoran Girisonta, Ungaran. Kota kecil di pinggir Semarang, awal minggu kedua Mei 2003, diselimuti mendung syah...
-
Kegiatan Pesantren Ramadhan di Padang Ratusan ribu anak sekolah di Padang, Sumatera Barat mulai Senin lalu (minggu kedua Ramadhan), hingga...



