IN MEMORIAM
OLEH Nasrul Azwar--Jurnalis
RABU siang, 11 Februari 2026, angin berembus pelan di Balai Baru, Sungai Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Langit tidak sepenuhnya cerah, tetapi juga tidak muram. Di sebuah ruang seluas sekitar 300 meter perseg yang selama belasan
tahun dipenuhi dentum tapuak galembong, langkah-langkah tegas silek,
serta bunyi gandang tambua yang bergetar sampai ke dada, suasana
mendadak hening.
Di tempat itu—yang ia namai Ladang Tari Nan
Jombang—Ery Mefri mengembuskan napas terakhirnya. Usianya menjelang 68 tahun.
Ia berpulang di rumah sekaligus ruang kreatif yang dibangunnya dari nol, dari
keyakinan, dari kerja tubuh yang tak pernah berhenti belajar.
Ladang itu bukan sekadar halaman dan bangunan. Ia
adalah ruang gagasan. Ia adalah saksi dari ribuan jam latihan, perdebatan
estetik, tawa riang penari dan anak tari, para seniman, budayawan, dan tentu
jurnalis, juga kelelahan panjang setelah pentas. Di sanalah Ery Mefri menanam
mimpi, memupuk tradisi, dan memanen karya.