Sabtu, 28 Februari 2026

Membaca Presentasi Empat Teater Sumatera Barat dari Dramaturgi Pascadramtik Kai Tuchmann

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis

“Rumput liar tidak memiliki akar yang dalam, tidak memiliki bunga dan daun yang indah, tetapi ia menyerap embun, air, darah, dan daging orang mati… Selama hidup, ia diinjak-injak dan dipotong, sampai mati dan membusuk”.


Metafora “rumput liar” yang dikutip Kai Tuchmann dari sajak Lu Xun dalam buku Dramaturgi Pascadramatik: Resonansi antara Asia dan Eropa (2025) yang diterbitkan Kalabuku, Yogyakarta, bukan sekadar pembuka puitik melainkan pernyataan ideologis tentang teater pascadramatik.

Rabu, 25 Februari 2026

Dinas Kebudayaan Sumbar Delapan Tahun Berjalan dalam Peta Buta, Quo Vadis Kebudayaan?


OLEH Nasrul Azwar (Jurnalis)



SEJAK
resmi berada  dalam salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada November 2017—delapan tahun lalu—Dinas Kebudayaan telah dipimpin oleh lima kepala dinas. Mereka adalah Taufik Effendi, Gemala Ranti, Syaifullah, Jefrinal Arifin, dan yang terbaru, Syaiful Bahri, yang dilantik pada awal 2026.

Pergantian pimpinan yang relatif cepat ini berlangsung seiring dengan masa awal bekerjanya OPD tersebut—balari sambia mangganak-an sarawa—di bawah payung hukum Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 24 Tahun 2017 yang diterbitkan oleh Gubernur Irwan Prayitno kala itu, sebagai dasar tugas pokok dan fungsi sekaligus legitimasi kelembagaan dinas ini.

Jumat, 22 Maret 2024

Kristenisasi di Ranah Minang

Foto: Kompasiana

Pemeluk  Kristen sudah masuk ke Minang-kabau sejak Plakat Panjang ditandatangani tahun 1833 silam. Beratus tahun berlalu, tidak ada upaya kristenisasi yang dilakukan oleh gereja terhadap penduduk pribumi, kecuali terhadap penduduk Kepulauan Mentawai yang masih menganut animisme.

Selasa, 19 Maret 2024

Pesantren Ramadhan di Kota Padang

Kegiatan Pesantren Ramadhan di Padang


Ratusan ribu anak sekolah di Padang, Sumatera Barat mulai Senin lalu (minggu kedua Ramadhan), hingga tiga hari menjelang Idul Fitri, terlibat dalam kegiatan Pesantren Ramadhan. Mereka dibimbing oleh semua guru yang tinggal di lingkungan mereka sepanjang pagi hingga menjelang siang di masjid lingkungannya.

Senin, 18 Maret 2024

Belajar Mandiri


Romo Dijkstra berpulang di Pastoran Girisonta, Ungaran. Kota kecil di pinggir Semarang, awal minggu kedua Mei 2003, diselimuti mendung syahdu waktu Uwan ikut melayat dan mengikuti prosesi penguburannya. 

Babonisasi di Bantul


oleh
zukri saad

Itulah jika kepala daerah berasal kalangan pengusaha. Umumnya kreatif dalam bermanuver mengelola keuangan publik yang menjadi kewenangannya. Tentu saja pendekatan sangkil-mangkus, cost benefit rasio, dan visi yang berpihak rakyat menjadi pengendalinya. Fenomena ini menghadirkan pemahaman kepada Uwan tentang bagaimana memimpin secara produktif-mangkus di era reformasi, di era otonomi daerah yang berkombinasi dengan naluri bisnis berbasis kewirausahaan sosial (public service entrepreneurship).

Minggu, 17 Maret 2024

Asmara Subuh di “Pantai Seribu Janji”


Ombak memecah kecil-kecil di bibir pantai. Desau angin pagi terasa mencubit kulit, agak dingin. Ketika salat Subuh baru saja selesai ditunaikan, sekelompok remaja puteri batalakuang (bermukenah) kelihatan berjalan santai bersama teman-temannya yang pria tentu saja pakai sarung. Mereka yang berdatangan dari berbagai masjid itu, sama-sama menuju pantai. Di depan mereka, laut terbentang luas, sedang sebelah kirinya ada bukit kecil bernama Bukit Gunung Padang. Di situlah lambang cinta tempo doeloe dimakamkan oleh Marah Rusli; Sitti Nurbaya.

“Sirayo Setan” Menuju ke Masa Depan Koreografi Sumbar, Menyigi Proses Kreatif Ahob

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis DI ANTARA geliat dan gelinjang perkembangan tari kontemporer Minangkabau yang terus berusaha mencari bahasa ...