OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis
DI ANTARA
geliat dan gelinjang perkembangan tari kontemporer Minangkabau yang terus
berusaha mencari bahasa tubuh baru tanpa menanggalkan akar tradisi, Sirayo
Setan tampil sebagai karya koreografi yang tidak hanya meminjam kekuatan
folklor dan cerita rakyat, tetapi juga menempatkan tubuh sebagai medan
pertempuran psikologis yang getir dan luka, serta dinamika gerak yang dihantui
bayangan setan.
Koreografi Sirayo Setan karya Ahob atau Muhamad Febrian dihadirkan dalam Festival Nan Jombang Tanggal 3 pada Senin, 3 November 2025—sebuah peristiwa budaya berkala yang diinisiasi Nan Jombang Dance Company dan telah berlangsung konsisten selama 13 tahun, yang mendapat dukungan program seni dari Bakti Budaya Djarum Foundation.


















