Sabtu, 21 Maret 2026

“Sirayo Setan” Menuju ke Masa Depan Koreografi Sumbar, Menyigi Proses Kreatif Ahob


OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis

DI ANTARA geliat dan gelinjang perkembangan tari kontemporer Minangkabau yang terus berusaha mencari bahasa tubuh baru tanpa menanggalkan akar tradisi, Sirayo Setan tampil sebagai karya koreografi yang tidak hanya meminjam kekuatan folklor dan cerita rakyat, tetapi juga menempatkan tubuh sebagai medan pertempuran psikologis yang getir dan luka, serta dinamika gerak yang dihantui bayangan setan.


Koreografi Sirayo Setan karya Ahob atau Muhamad Febrian dihadirkan dalam Festival Nan Jombang Tanggal 3 pada Senin, 3 November 2025—sebuah peristiwa budaya berkala yang diinisiasi Nan Jombang Dance Company dan telah berlangsung konsisten selama 13 tahun, yang mendapat dukungan program seni dari Bakti Budaya Djarum Foundation.

Jumat, 20 Maret 2026

“Rumput Liar” Pascadramatik, Membaca Ulang Teater Global dari Asia

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis



Judul:
Dramaturgi Pascadramatik: Resonansi antara Asia dan Eropa

Editor: Kai Tuchmann

Penerjemah: Teguh Hari

Penyunting Terjemahan: Ibed S. Yuga

Penerbit: Kalabuku, Yogyakarta

Tahun Terbit: 2025 (edisi Indonesia)

Tebal: xxvi + 452 halaman

ISBN: 978-623-89244-5-5

 

Kai Tuchmann editor membuka buku ini dengan mengutip sajak Rumput Liar karya sastrawan besar Tiongkok, Lu Xun. Kutipan tersebut bukan sekadar pembuka puitik, melainkan metafora konseptual yang sejak awal menegaskan posisi teater yang dibicarakan dalam buku ini.

Ketika Brand Mengalahkan Jenama: Cermin Rasa Minder Bahasa Kita”

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis

 

KATA jenama sesungguhnya menyimpan sejarah panjang dan jejak budaya yang mendalam. Sebelum menjadi simbol reputasi dan nilai komersial dilekatkan, jenama bermakna tanda yang dibakar pada kulit—sebuah penanda kepemilikan yang sangat literal. Dari bekas api itu, perjalanan makna jenama kemudian bertransformasi menjadi sistem simbolik yang kini membentuk citra, identitas, bahkan kesadaran sosial.

Meski menyimpan sejarah yang panjang, jenama kini terdengar samar dalam dunia bisnis dan pemasaran modern. Kata ini kalah populer dibandingkan brand. Padahal keduanya mengandung makna yang sama—merek, identitas, atau citra yang melekat pada produk, lembaga, bahkan individu. Namun, jenama seakan lenyap di balik bayang-bayang dominasi istilah asing itu.

Senin, 16 Maret 2026

Membangun Loyalitas Penonton dan Nan Tumpah Riset untuk Napas Festival

OLEH Nasrul Azwar (Jurnalis yang Menyenangi Seni)

SELAIN Pekan Nan Tumpah, ada juga festival seni lainnya yang dilakukan secara berkala di Sumatera Barat seperti KABA Festival yang digelar Nan Jombang. Tapi saya sedang tidak membanding-bandingkannya. Festival atau Pekan Nan Tumpah embrionya berawal dari gelaran tribute terhadap sastrawan Hamid Jabbar yang diinisiasi komunitas ini dengan nama Pesta Puisi pada 2011, lalu berlanjut ke festival dua tahunan yang dilaksanakan secara berkesinambungan.



“Saat pertama digulirkan, nama iven budaya ini Pesta Puisi diisi dengan dua pertunjukan teater, peluncuran album musikalisasi puisi, diskusi dan lomba baca puisi kreatif. Kegiatan perdana ini dilakukan juga untuk menge­nang sastrawan Indonesia asal Sumatra Barat, almarhum Hammid Jabbar,” kata Mahatma Muhammad, Pimpinan Komunitas Seni Nan Tumpah.

Minggu, 15 Maret 2026

Drama Hilangnya Bupati Solok

OLEH Kharul Jasmi-Wartawan


“PAPA MANA?”

Demilkian suara sendu dari balik gagang telepon. Suara itu berasal dari mulut Gina Dwi Fakhria, anak kedua, Bupati Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, 42 tahun. Saat itu, pukul 20.00 WIB, Kamis, 12 Agustus 1999.


Gadis itu lebih banyak menangis ketimbang bicara. Kemudian telepon diambil alih oleh ajudan bupati, Sarimo, yang membenarkan bahwa Gamawan Fauzi hilang.



Bupati hilang? Betul. Ia hilang di hutan belantara antara Singkarak dan Lubuk Minturun, Padang, bersama 126 orang lainnya saat napak tilas untuk melihat potensi daerah yang akan dikembangkan bagi sektor pertanian dan pariwisata, serta industri semen. Namun, karena diserang lebah rimba, akhirnya mereka tersesat selama 5 hari. 

Sabtu, 14 Maret 2026

"Lidah yang Tersangkut di Kerongkongan Ibu": Koreografi Menggugat Sumbang 12 dan Dominasi Patriarki

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis

SAYA menikmati koreografi Lidah yang Tersangkut di Kerongkongan Ibu karya Siska Aprisia pada Minggu, 24 Agustus 2025 malam sebagai salah satu karya pembuka Pekan Nan Tumpah 2025 di Fabriek Padang dengan saksama. Koreografi ini merupakan garapan terbarunya.



Jarak saya menonton dengan garis pentas sekira 2 meter. Saya duduk bersila menyaksikannya. Dekat, memang, dengan penarinya, berupaya khusuk menikmati namun distorsi suara-suara penonton yang berlapis membuyarkan. 

Minggu, 08 Maret 2026

Maestro Ery Mefri: Kepergian Sunyi di Ladang Tari Nan Jombang yang Dicintainya

IN MEMORIAM

OLEH Nasrul Azwar--Jurnalis

RABU siang, 11 Februari 2026, angin berembus pelan di Balai Baru, Sungai Sariak, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Langit tidak sepenuhnya cerah, tetapi juga tidak muram. Di sebuah ruang seluas sekitar 300 meter perseg yang selama belasan tahun dipenuhi dentum tapuak galembong, langkah-langkah tegas silek, serta bunyi gandang tambua yang bergetar sampai ke dada, suasana mendadak hening.

Di tempat itu—yang ia namai Ladang Tari Nan Jombang—Ery Mefri mengembuskan napas terakhirnya. Usianya menjelang 68 tahun. Ia berpulang di rumah sekaligus ruang kreatif yang dibangunnya dari nol, dari keyakinan, dari kerja tubuh yang tak pernah berhenti belajar.

Ladang itu bukan sekadar halaman dan bangunan. Ia adalah ruang gagasan. Ia adalah saksi dari ribuan jam latihan, perdebatan estetik, tawa riang penari dan anak tari, para seniman, budayawan, dan tentu jurnalis, juga kelelahan panjang setelah pentas. Di sanalah Ery Mefri menanam mimpi, memupuk tradisi, dan memanen karya.

Kamis, 05 Maret 2026

Catatan Pertunjukan, Koreografi "Balimau", Antara Ritual, Tubuh, dan Ekspresi yang Belum Tuntas


OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis

Satu gerak bisa merepresentasikan seribu kata.” Ungkapan ini telah menjadi adagium yang nyaris “melegenda” dalam dunia seni pertunjukan, khususnya di ranah tari atau koreografi. Ia berakar pada keyakinan bahwa tubuh adalah bahasa. Jika dalam sastra kata menjadi medium komunikasi, maka dalam tari, gerak tubuh adalah ujaran—lahir dari kesadaran, pengalaman, dan ingatan tubuh itu sendiri.

Namun demikian, tubuh tidak selalu mampu menyampaikan secara presisi gagasan dan pesan yang dimaksudkan dalam suatu pertunjukan. Ia membutuhkan pemahaman antropologis, kultural, dan psikologis, serta perangkat pengalaman yang memadai agar makna yang muncul dapat dibaca dari inner expression para penari.

Rabu, 04 Maret 2026

Festival MenTari #5 dan Peta Baru Koreografi Sumatera Barat

FESTIVAL MenTari #5 yang digelar selama dua hari Jumat-Sabtu, 14-15 November 2025 di Gedung Pertunjukan Hoerijah Adam ISI Padang Panjang menampilkan 10 koreogfer muda yang berasal dari Sumatera Barat telah usai. Secara umum, pelaksanaan sukses dan lancar. Festival yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2021 ini mengangkat tema “Turun dari Langit”.

Festival yang digagas Serikat Koreografer Cahaya Indonesia (SEKOCI) mempertemukan 10 koreografer muda, terdiri dari lima alumni MenTari dan lima koreografer diaspora Minangkabau dari Yogyakarta, Bandung, Jambi, dan Jakarta.

Selasa, 03 Maret 2026

Jangan Khianati AD/ART Dewan Kesenian Sumatra Barat

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis

 

UPAYA membangkitkan kembali Dewan Kesenian Sumatera Barat (DKSB) yang sudah mati semenjak tahun 2010 seharusnya menjadi momentum penting bagi rekonstruksi ekosistem seni dan budaya di ranah Minangkabau ini bukan malah memperpanjang sengkarutnya.

Difasilitasi Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat dua puuhan seniman dan budayawan rapat “membentuk” pengurus Dewan Kesenian Sumatera Barat (DKSB), Kamis, 9 Januari 2025, di Ruang Pertemuan Lantai III Gedung Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, di Padang. foto subhan

Kendati begitu, mengaktivasi DKSB sisi lainnya layak juga diapresiasi tapi tentu saja jika dilakukan dengan prosedur yang benar dan tidak melanggar aturan yang berlaku, dan  legitimate. Upaya ini semestinya menjadi ruang deliberasi yang terbuka, partisipatif, dan representatif. Deliberasi artinya utama pertimbangan, musyawarah, dan diskusi, yang merujuk pada proses mendalam untuk memikirkan, mendiskusikan, dan mengevaluasi pilihan secara cermat sebelum mengambil keputusan. Kata ini menekankan pada pertimbangan saksama (pendadaran) dan dialog rasional, bukan sekadar pemungutan suara. Dan ini tidak dilakukan. Di sini kacaunya.

Sabtu, 28 Februari 2026

Membaca Presentasi Empat Teater Sumatera Barat dari Dramaturgi Pascadramtik Kai Tuchmann

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis

“Rumput liar tidak memiliki akar yang dalam, tidak memiliki bunga dan daun yang indah, tetapi ia menyerap embun, air, darah, dan daging orang mati… Selama hidup, ia diinjak-injak dan dipotong, sampai mati dan membusuk”.


Metafora “rumput liar” yang dikutip Kai Tuchmann dari sajak Lu Xun dalam buku Dramaturgi Pascadramatik: Resonansi antara Asia dan Eropa (2025) yang diterbitkan Kalabuku, Yogyakarta, bukan sekadar pembuka puitik melainkan pernyataan ideologis tentang teater pascadramatik.

Rabu, 25 Februari 2026

Dinas Kebudayaan Sumbar Delapan Tahun Berjalan dalam Peta Buta, Quo Vadis Kebudayaan?


OLEH Nasrul Azwar (Jurnalis)



SEJAK
resmi berada  dalam salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada November 2017—delapan tahun lalu—Dinas Kebudayaan telah dipimpin oleh lima kepala dinas. Mereka adalah Taufik Effendi, Gemala Ranti, Syaifullah, Jefrinal Arifin, dan yang terbaru, Syaiful Bahri, yang dilantik pada awal 2026.

Pergantian pimpinan yang relatif cepat ini berlangsung seiring dengan masa awal bekerjanya OPD tersebut—balari sambia mangganak-an sarawa—di bawah payung hukum Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 24 Tahun 2017 yang diterbitkan oleh Gubernur Irwan Prayitno kala itu, sebagai dasar tugas pokok dan fungsi sekaligus legitimasi kelembagaan dinas ini.

Jumat, 22 Maret 2024

Kristenisasi di Ranah Minang

Foto: Kompasiana

Pemeluk  Kristen sudah masuk ke Minang-kabau sejak Plakat Panjang ditandatangani tahun 1833 silam. Beratus tahun berlalu, tidak ada upaya kristenisasi yang dilakukan oleh gereja terhadap penduduk pribumi, kecuali terhadap penduduk Kepulauan Mentawai yang masih menganut animisme.

Selasa, 19 Maret 2024

Pesantren Ramadhan di Kota Padang

Kegiatan Pesantren Ramadhan di Padang


Ratusan ribu anak sekolah di Padang, Sumatera Barat mulai Senin lalu (minggu kedua Ramadhan), hingga tiga hari menjelang Idul Fitri, terlibat dalam kegiatan Pesantren Ramadhan. Mereka dibimbing oleh semua guru yang tinggal di lingkungan mereka sepanjang pagi hingga menjelang siang di masjid lingkungannya.

Senin, 18 Maret 2024

Belajar Mandiri


Romo Dijkstra berpulang di Pastoran Girisonta, Ungaran. Kota kecil di pinggir Semarang, awal minggu kedua Mei 2003, diselimuti mendung syahdu waktu Uwan ikut melayat dan mengikuti prosesi penguburannya. 

Babonisasi di Bantul


oleh
zukri saad

Itulah jika kepala daerah berasal kalangan pengusaha. Umumnya kreatif dalam bermanuver mengelola keuangan publik yang menjadi kewenangannya. Tentu saja pendekatan sangkil-mangkus, cost benefit rasio, dan visi yang berpihak rakyat menjadi pengendalinya. Fenomena ini menghadirkan pemahaman kepada Uwan tentang bagaimana memimpin secara produktif-mangkus di era reformasi, di era otonomi daerah yang berkombinasi dengan naluri bisnis berbasis kewirausahaan sosial (public service entrepreneurship).

Minggu, 17 Maret 2024

Asmara Subuh di “Pantai Seribu Janji”


Ombak memecah kecil-kecil di bibir pantai. Desau angin pagi terasa mencubit kulit, agak dingin. Ketika salat Subuh baru saja selesai ditunaikan, sekelompok remaja puteri batalakuang (bermukenah) kelihatan berjalan santai bersama teman-temannya yang pria tentu saja pakai sarung. Mereka yang berdatangan dari berbagai masjid itu, sama-sama menuju pantai. Di depan mereka, laut terbentang luas, sedang sebelah kirinya ada bukit kecil bernama Bukit Gunung Padang. Di situlah lambang cinta tempo doeloe dimakamkan oleh Marah Rusli; Sitti Nurbaya.

Edy Utama, Membesarkan Randai di Mancanegara

eDY uTAMA

Edy Utama,
43 tahun, adalah sosok pekerja seni. Seluruh waktunya nyaris ia habiskan untuk pengembangan seni dan budaya. Sebagian besar kehidupannya dicurahkan untuk pengembangan kebudayaan, terutama seni tradisi Minangkabau. Kini pria yang menjadi Ketua Umum Dewan Kesenian Sumatera Barat ini semakin intens menggeluti dunia seni dan budaya.

Saldi Isra, Bintang Muda dari Ranah Minang

Saldi isra

Saldi Isra,
SH, MPA, anak muda yang energik. Dosen pascasarjana program studi hukum Universitas Andalas, Padang, adalah ahli hukum tata negara yang melaju bagai meteor. Paling tidak di kampusnya. Sejak kuliah sudah kelihatan kepintarannya. Ia lulus dari Universitas Andalas tahun 1994, ia meraih predikat summa cumlaude.

Sabtu, 16 Maret 2024

DIM Amanat UUD 1945, Harus Kita Dukung


Padang, mantagisme
Negara mengakui dan menghormarti satuan-satuan pemerintahan daerah yang bersifat khusus dan bersifat istimewa. Hal ini termaktub dalam Pasal 18 B ayat 1 UUD 1945.

Wajar kiranya masyarakat Sumatera Barat atau Minangkabau berupaya menjadikan Provinsi Sumbar berganti nama menjadi Provinsi Daerah Istimewa Minangkabau (DIM).

“Sirayo Setan” Menuju ke Masa Depan Koreografi Sumbar, Menyigi Proses Kreatif Ahob

OLEH Nasrul Azwar-Jurnalis DI ANTARA geliat dan gelinjang perkembangan tari kontemporer Minangkabau yang terus berusaha mencari bahasa ...